Video Kematian Kontroversi (RIP) Ki Suk Han


“New York Post” telah menerbitkan sebuah berita yang memuat foto seseorang yang terjatuh dan terperangkap di platform rel kereta api bawah tanah .

Sejak foto ini diterbitkan, banyak kritikan pedas dan celaan yang diberikan kepada pihak New York Post, terutama kepada fotografer freelance, R. Umar Abassi,yang mengambil foto tragedi ini. Jelas sekali, foto ini memperlihatkan jurugambar lebih memilih mengambil gambar momen tragedi ini dibanding menolong Ki Suk Han, pemuda korea yang menjadi korban dalam peristiwa ini, ketika saat itu tidak ada seorang pun yang datang untuk menolongnya.

R.Umar Abassi ketika memberikan penjelasan mengenai foto dan peristiwa tragedi ini di salah satu siaran interview
Akibat foto ini, R.Umar Abassi mendapat cercaan dari pelbagai pihak. Walaupun Abassi sudah menjelaskan dan memberi pernyataan :

“Sebagai seorang fotografer, satu-satunya hal yang sama miliki di tangan saya adalah kamera dan flash.”

“Saya mulai berlari ke arah keretapi sambil menjulurkan tangan dan menembakkan flash supaya pengemudi kereta api tersebut melihatnya.”

R Umar Abassi menjelaskan bahwa ia berada di jarak yang cukup jauh dan memang sudah tidak mungkin dapat menyelamatkan Ki Suk han. Ia hanya sempat berlari menuju ke arah Ki Suk han sambil bersiap sedia dengan kamera dan flash miliknya untuk memberikan isyarat kepada pemandu keretapi supaya berhenti secepat mungkin.

Berikut video penjelasan R.Umar Abassi atas foto kontroversi yang diambil olehnya pada peristiwa tragedi ini :

notakaki - Banyak alasan itu manusia..





Syukran jiddan ..sudi baca entry nie


5 comments

11 Disember 2012 10:26 PG

dah ajal dia...

11 Disember 2012 12:34 PTG

sedihnya.. kalaulah diri dalam keadaan begitu..

11 Disember 2012 12:42 PTG

gambar menceritakan segala galanya...

11 Disember 2012 4:35 PTG

macam macam la...menakutkan je fotografer ni..

12 Disember 2012 10:06 PG

Ngerinya Saat yg di hadapi fotografer tu ye..

Catat Ulasan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Full Edit By Nabila Medan. All Right Reserved To Me.